SITUS GAPURA JEDONG
Deskripsi
Situs Jedong berada di daerah yang berdekatan dengan Ngoro Industri Park (NIP), bahkan untuk memasuki situs Jedong harus melewati area pabrik menuju ke arah selatan dengan kontur tanah yang menanjak. Situs ini berada di lereng Gunung Penanggungan. Pada area situs memiliki kontur tanah yang bertrap dengan akses pintu masuk di sebelah timur dengan area yang dibagi menjadi tiga area. Dari pintu masuk melewati trap tangga sebagai area datar pertama yang terdapat pos jaga dan kamar mandi, serta beberapa tumpukan blok batu yang di tata dengan diberi tatanan landasan dari semen. Menuju area kedua melewati trap tangga ke arak utara yang pada sisi timur mulai terdapat pagar gapura berbahan bata dan gapura I Jedong (tipe paduraksa) yang berbahan batu andesit. Pada area ketiga menuruni trap tangga arah ke utara dengan terdapat lanjutan bata batas pagar di sisi timur beserta gapura II Jedong (tipe paduraksa) yang berbahan batu andesit.
Lingkungan:
Area Situs Jedong terbagi menjadi tiga area yang keseluruhannya dibatasi oleh pagar besi bercat warna hijau. Terlihat dari sisi timur pagar besi berundak karena kontur tanah yang berada di lereng pegunungan. Pada dua area yaitu area kedua dan ketiga terdapat dua gapura bertipe paduraksa berbahan batu andesit dan diantara keduanya dilanjutkan dengan batas pagar berbahan bata hingga samping kanan dan kiri gapura. Pada area sisi barat berupa lahan yang cukup luas dengan ditanami beberapa tanaman peneduh serta tamanan perdu sebagai hiasan taman. Lingkungan sekitar gapura merupakan lahan pertanian dan pemukiman.
Vegetasi yang ada di sekitar Situs Jedong adalah bunga flamboyan, kamboja, bunga andong, pohon asam, palem, puring, mengkudu, bunga kaktus, bougenvile dan cemara payung.
Dalam kondisi utuh
Interpretasi tentang gapura ini telah banyak dilontarkan oleh para peneliti, baik peneliti Belanda maupun Indonesia. Dari hasil penelitian yang ada, keberadaan gapura Jedong diintrepetasikan sebagai sebuah pintu gerbang berbentuk paduraksa, gapura ini diperkirakan berkaitan dengan beberapa prasasti yang ditemukan di daerah Jedong. Dari penelitian arkeologis di daerah Jedong, tercatat ada 12 prasasti yang ditemukan di wilayah ini. Keduabelas prasasti tersebut berasal dari masa yang berbeda. Prasasti tertua tercatat berangka tahun 832 Saka dan yang paling muda tahun 1378 Saka. Dari prasasti yang ada, diketahui bahwa daerah Jedong telah dikenal sejak masa Sindok dan pada masa-masa berikutnya hingga masa Majapahit akhir, maka dari itu dapat diambil kesimpulan bahwa daerah ini merupakan daerah yang cukup penting pada masanya.
Sesuai dengan penelitian para ahli arkeologi, Gapura Jedong diperkirakan berfungsi sebagai pintu gerbang dengan bentuk paduraksa. Hal ini berhubungan dengan adanya fungsi penting yang berkaitan dengan aktivitas manusia pada masa lalu. Kedua gapura ini terhubung dengan pagar keliling yang berfungsi untuk melindungi sebuah wilayah di dalamnya. Keistimewaan Gapura Jedong juga didukung dengan ukurannya yang besar dan ditemukan dalam jumlah lebih dari satu, sehingga bisa diperkirakan bahwa gapura ini kemungkinan melingkupi suatu wilayah yang cukup luas. Terlebih lagi Gapura Jedong berada di lingkup Desa Wotanmas Jedong yang diperkirakan merupakan sebuah wilayah Sima lintas masa sejak Mataram Hindu hingga Majapahit sesuai isi Prasasti Jedong I (Prasasti Tulangan) dan Prasasti Jedong II (Prasasti Kambang Sri)
