STRUKTUR GAPURA JEDONG
Deskripsi
Di situs Gapura Jedong, terdapat dua buah gapura, yaitu gapura selatan dan gapura utara. Gapura selatan, berbentuk paduraksa, terbuat dari bahan batu andesit, dengan orientasi timur-barat, Gapura ini memiliki batur dan kaki yang tinggi (dari arah barat), Batur polos, bagian kaki dihias dengan profil pelipit-pelipit yang membentuk bidang kumai bawah dan kumai atas, dan pada bidang datar di tengahnya terdapat panil segi empat timbul. Profil batur dan kaki sisi barat dan timur gapura selatan berbeda, profil kaki pada sisi barat terlihat lebih tinggi dibanding sisi timur. Hal ini dikarenakan kontur tanah di sebelah barat gapura lebih rendah dibandingkan sebelah timur. Pada sisi timur dan barat terdapat penampil dengan tangga naik, dengan pipi tangga pendek berhias tumpal suluran pada bagian depan. Tubuh gapura polos, pada bagian tengah tubuh terdapat hiasan pelipit horizontal bermotif flora yang mengelilingi masing-masing tubuh gapura. Pada ambang atas pintu terdapat tulisan Candrasengkala berhuruf Jawa kuno brahmana-nora-kaya-bhumi (1307 Saka atau 1385 Masehi) di atas ambang pintu ini terdapat hiasan berupa kepala kala. Selain di atas pintu, hiasan kepala kala pada gapura selatan ini juga terdapat pada dua sisi lain, yaitu sisi selatan dan sisi utara, sehingga sepintas mirip keletakan kala pada bangunan candi. Atap gapura bertingkat, masing-masing tingkatan dihias dengan menara-menara pada masing-masing sisi, dan hiasan antefik pada tiap sudut dan tengah sisi.
Di samping tubuh kanan-kiri gapura terdapat sayap gapura dengan bentuk ukel pada bagian ujungnya, diikuti dengan pagar gapura yang membujur arah utara-selatan. Berbeda dengan gapura yang terbuat dari bahan batu andesit, pagar gapura Jedong terbuat dari bahan bata, dengan profil pelipit-pelipit horizontal yang semakin melebar ke atas. Pagar Gapura Selatan ini terlihat dari arah barat, tampak berteras setinggi batur gapura. Pagar sisi utara gapura selatan ini menyambung dengan pagar sisi selatan Gapura Utara. Di ujung utara yang berbatasan dengan pagar Gapura Utara, terlihat adana pagar yang membelok ke arah timur, namun pagar ini sudah runtuh, hanya terlihat sisa-sisanya setinggi permukaan tanah.
Gapura Utara.
Gapura Utara mempunyai bentuk mirip gapura selatan, akan tetapi berkaki/batur lebih pendek dibanding gapura selatan. Gapura terbuat dari batu andesit, berbentuk paduraksa dengan orientasi barat-timur. Sisi timur dan barat terdapat penampil dengan tangga naik menuju ambang gapura, dan di kanan-kiri tangga terdapat pipi tangga.
Lingkungan:
Area gapura Jedong terbagi menjadi tiga area yang keseluruhannya dibatasi oleh pagar besi berwarna hijau. Terlihat dari sisi timur pagar besi berundak karena kontur tanah yang berada di lereng pegunungan. Pada dua area yaitu area kedua dan ketiga terdapat dua gapura bertipe paduraksa berbahan batu andesit, di antara keduanya dilanjutkan dengan batas pagar berbahan bata hingga samping kanan dan kiri gapura. Pada area sisi barat terdapat lahan yang cukup luas, area ini ditanami beberapa tanaman peneduh serta tamanan perdu sebagai hiasan taman.
Gapura Jedong berada dalam kondisi utuh
Interpretasi tentang gapura ini telah banyak dilontarkan oleh para peneliti, baik peneliti Belanda maupun Indonesia. Dari hasil penelitian yang ada, keberadaan gapura Jedong diintrepetasikan sebagai sebuah pintu gerbang berbentuk paduraksa, gapura ini diperkirakan berkaitan dengan beberapa prasasti yang ditemukan di daerah Jedong. Dari penelitian arkeologis di daerah Jedong, tercatat ada 12 prasasti yang ditemukan di wilayah ini. Keduabelas prasasti tersebut berasal dari masa yang berbeda. Prasasti tertua tercatat berangka tahun 832 Saka dan yang paling muda tahun 1378 Saka. Dari prasasti yang ada, diketahui bahwa daerah Jedong telah dikenal sejak masa Sindok dan pada masa-masa berikutnya hingga masa Majapahit akhir, maka dari itu dapat diambil kesimpulan bahwa daerah ini merupakan daerah yang cukup penting pada masanya.
Sesuai dengan penelitian para ahli arkeologi, Gapura Jedong diperkirakan berfungsi sebagai pintu gerbang dengan bentuk paduraksa. Hal ini berhubungan dengan adanya fungsi penting yang berkaitan dengan aktivitas manusia pada masa lalu. Kedua gapura ini terhubung dengan pagar keliling yang berfungsi untuk melindungi sebuah wilayah di dalamnya. Keistimewaan Gapura Jedong juga didukung dengan ukurannya yang besar dan ditemukan dalam jumlah lebih dari satu, sehingga bisa diperkirakan bahwa gapura ini kemungkinan melingkupi suatu wilayah yang cukup luas. Terlebih lagi Gapura Jedong berada di lingkup Desa Wotanmas Jedong yang diperkirakan merupakan sebuah wilayah Sima lintas masa sejak Mataram Hindu hingga Majapahit sesuai isi Prasasti Jedong I (Prasasti Tulangan) dan Prasasti Jedong II (Prasasti Kambang Sri)
