BANGUNAN CANDI BANGKAL

Deskripsi

Secara arsitektural, Candi Bangkal terdiri atas kaki I, kaki II, tubuh dan sebagian atap candi. Kaki candi, baik kaki I maupun kaki II dihias dengan motif palang yunani yang terletak dalam sebuah panil persegi. Panil – panil ini terbentuk dari hiasan – hiasan pilar dinding yang ada pada bagian sudut dan tengah sisi. Selain motif palang yunani, terdapat hiasan pada kaki candi berupa motif kala dalam bentuk stilir, yang dipahatkan pada bagian sudut-sudut kaki candi (kaki I). 
Pada sisi barat terdapat penampil yang melebar, menjadi semacam teras pada bagian depan candi. Penampil/teras ini mempunyai tangga naik dari arah utara dan selatan. Trap tangga terbuat batu andesit, terdapat sebanyak 6 anak tangga. Pipi tangga sebagian rusak, tetapi sebagian masih kompak. Tangga sebelah selatan, pipi tangga dihias dengan relief flora berupa sulur-suluran, sedangkan pada tangga sebelah utara terdapat bata – bata bagian pipi tangga yang runtuh serta hancur dan mengalami penataan ulang (baru). Dari teras/penampil menuju bilik candi terdapat tangga yang menghadap ke arah barat. Tangga terbuat dari batu andesit, terlihat sebanyak 7 buah anak tangga. Pipi tangga sudah runtuh/rusak.
Tubuh candi menghadap ke arah barat, pada bagian barat terdapat pintu masuk yang diapit oleh relung di kanan-kirinya. Pintu dan relung ini dihias dengan kala pada bagian ambang atas, kala di atas relung dibuat dalam bentuk stilir. Sisi-sisi lain, yaitu selatan, timur, dan utara, masing-masing terdapat relung dengan hiasan motif kala pada bagian atas. Kala digambarkan dalam bentuk yang menyeramkan dengan rambut ikal terurai, mata melotot, mulut menyeringai sehingga terlihat taringnya, dan jari tangan dalam posisi kartari hasta di samping pipi. Penggambaran kala di candi Bangkal ini mempunyai tipe kala periode jawa Timur pada umumnya, yaitu mempunyai rahang bawah. Hiasan lain yang terlihat pada bagian tubuh candi adalah motif kelopak padma dalam bentuk stilir yang mengelilingi candi, terdapat pada batas antara tubuh dan atap candi. 
Atap candi bertingkat, bagian puncak atap sudah runtuh, tersisa hanya tingkat satu. Hiasan atap berupa miniatur-miniatur candi/menara pada masing-masing sisi dan sudut atap. Pada bidang antara menara-menara ini dihias dengan motif tumpal suluran (motif sudah tidak jelas karena bata-bata rusak).
Pada bagian depan/sisi barat candi terdapat struktur bata menyerupai pendopo. Struktur ini tinggal bagian bawah/kaki saja, bata-bata bagian atas (lantai) sudah tidak kompak, namun dinding masih terlihat kompak. Hiasan pada bagian kaki/batur pendopo ini sama dengan kaki candi, berupa motif palang yunani diselingi dengan hiasan pilar dinding. Pada sisi utara batur pendopo ini sepertinya terdapat bekas penampil.
Candi Bangkal ini dikelilingi oleh pagar pendek yang terbuat dari bata (kemungkinan pagar bagian atas sudah runtuh). Bata yang terlihat sebanyak 6 lapis atau setinggi ± 40 cm. Bata-bata bagian atas sebagian sudah runtuh dan mengalami penataan ulang (baru), sedang bata-bata bagian bawah masih kompak. Pada sudut barat daya terdapat pintu masuk/gapura dengan penampil berhias pilar pada bagian sudut. Pintu/gapura menghadap ke arah barat. Pada sudut barat laut pintu masuk/gapura sepertinya sudah rusak, hanya tinggal bekas-bekasnya saja.
Lingkungan:
Candi Bangkal berada dekat dengan Kali Porong tepatnya berada di sebelah barat Kali Porong dan berada di sekitar pemukiman penduduk. Area candi dikelilingi pagar pembatas berupa pagar kawat berduri dengan akses pintu masuk berada di sebelah barat. Terdapat pos jaga di dekat pintu masuk area candi. Posisi Candi Bangkal lurus dengan pintu masuk area candi. Candi dikelilingi oleh lahan persawahan kecuali pada sisi barat berupa lahan pemukiman. Sisi utara candi terdapat tiga makam yang terlindungi oleh sebuah cungkup. Makam tersebut oleh masyarakat dikenal sebagai makam tokoh yang membuka daerah tersebut (babad alas) dan keluarganya yang bernama Mbah Ngadimun, Ki Ageng Musyarofah (istri Mbah Ngadimun) dan Abdul Salam (anak). Selain makam terdapat sebuah pendopo terbuka dan satu ruangan tertutup sebagai tempat meletakkan peralatan mengurus jenazah. Saat musim hujan area candi tergenang air. Di depan candi induk terdapat susunan bata sebagai candi perwara dan pembatas bata mengeliling bangunan candi. Pada sisi utara di bawah pohon Soeko terdapat beberapa antefik dan blok batu candi. Saat musim hujan Candi Bangkal terendam genangan air dan bata candi telah mengalami penggaraman atau keropos.
Vegetasi yang ada di sekitar Candi bangkal adalah pohon soeko, bougenvile, sri rejeki, bunga andong, mangga dan bambu. 
Terdapat beberapa kerusakan di bagian-bagian candi
Mengenai keberadaan Candi Bangkal pernah dibahas secara singkat oleh N.J.Krom pada tahun 1923 dalam  bukunya Inleiding tot de Hindue Javaansche Kunst. Kemudian E.B Volger dalam bukunya  De Monsterkop in de Hindoe-Javaansche Bouwkunst menjelaskan keberadaan serta membahas kepala kala yang ada pada candi tersebut. Candi ini diperkirakan di bangun pada masa Majapahit namun hingga kini masih dapat kita jumpai dan masih berdiri kokoh didasarkan pada ciri khas bahan dasar pembentukannya berasal dari bahan bata, namun beberapa pondasi dan undakan berbahan batu andesit. Belum ada data referensi yang dapat menjelaskan keberadaan candi ini, namun kondisi Candi Bangkal yang menghadap ke Barat diperkirakan sebagai tempat upacara keagamaan. Keberadaan Candi Bangkal yang berada di dekat Kali Porong dapat memiliki makna simbolik sebagai penolak atau mencegah marabahaya yang datang dari determinasi (kekuasaan) alam pada sungai tersebut. Pada masa kini masyarakat masih menggunakan keberadaan candi ini sebagai suatu tempat yang dianggap sakral yaitu kegiatan setelah panen, warga setempat menggelar acara sedekah bumi.

Aktif
  • Dibuat: 03 October 2025
  • Diperbarui: 03 October 2025