4 BUAH TONGGAK BATAS

Deskripsi

4 buah Tonggak Batas merupakan salah satu peninggalan masa Raja Girindirawardhana Dyah Ranawijaya. Raja Girindrawardhana sendiri mempunyai lencana berupa goresan gambar ular melilit tonggak. Bulan sabit dan matahari, dua tapak kaki dengan garis ditengahnya, gunung serta amerta atau symbol air berupa kendi. Tonggak batas tersebut merupakan batas wilayah kraton sang raja yang memerintah pada masa akhir Majapahit. Setiap raja Majapahit mempunyai lencana atau symbol kebesaran masing-masing yang biasanya diukir di batu sebagai batas wilayah kekuasaan.
Tonggak batas berupa batu andesit berbentuk balok, dengan salah satu sisinya terdapat gambar simbol-simbol dari Raja Girindrawardhana.
Dalam kondisi ±90% utuh, gempil pada bagian bawah, dan permukaannya aus.
Tonggak batas ini tersimpan di Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM). Asal mula dari keempat tonggak batas ini belum diketahui secara jelas karena terbatasnya informasi yang ditemukan. Tetapi tonggak batas ini sering ditemukan di beberapa daerah khususnya sekitar Kabupaten Mojokerto. Menurut laporan, salah satu tonggak batas ini berasal dari Dusun Dlimarejo, Desa Jatilangkung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Aktif
  • Dibuat: 03 October 2025
  • Diperbarui: 03 October 2025