GUNA LESTARIKAN MATA AIR, BUPATI MOJOKERTO GELAR UNDUH - UNDUH PATIRTAN TAHUN 2024

GUNA LESTARIKAN MATA AIR, BUPATI MOJOKERTO GELAR UNDUH - UNDUH PATIRTAN TAHUN 2024

Disbudporapar – Unduh - Unduh Patirtaan di Kabupaten Mojokerto sudah menjadi tradisi yang setiap tahun digelar. Tahun ini Unduh – Unduh Patirtan digelar di wilayah Kecamatan Trawas, tepatnya di Lapangan Paseban Agung pada tanggal 04 – 06 Maret 2024.

 

Ritual pada tahun ini berfokus pada sumber mata air yang ada di setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Pada kegiatan tahun ini, 18 sumber mata air yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto dikumpulkan dan selanjutnya akan dilakukan penyampuran.

 

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati serta sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Mojokerto pun ikut hadir dan mengikuti prosesi percampuran mata air dari setiap kecamatan yang dibawa oleh camat masing-masing.

 

Pada kesempatan itu, Bupati Ikfina menjelaskan, bahwa ritual budaya unduh-unduh patirtaan merupakan kegiatan upaya pelestarian lingkungan dan kegiatan budaya di Kabupaten Mojokerto yang menjadi suatu tradisi dari para leluhur.

 

" Dari dulu kala masyarakat di Kabupaten Mojokerto ini sudah melaksanakan secara sporadis. Desa-desa yang punya mata air itu kebanyakan berada di wilayah Pacet-Trawas, karena ini adalah daerah-daerah dataran tinggi di Kabupaten Mojokerto. Mereka setiap kali bulan ruwah selalu melakukan kegiatan bagaimana memohon kepada Yang Maha Kuasa supaya mata air di daerah mereka terus lestari dan terus diberikan mengalir untuk mengaliri tanaman mereka sebagai sumber air di daerah mereka," ujarnya.

 

Setelah pencampuran air selesai, air akan disiramkan kepada bibit tanaman yang sudah disediakan oleh panitia yang nantinya akan diberikan kepada setiap camat di seluruh Kabupaten Mojokerto untuk dirawat.

 

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto juga menjelaskan, dalam melestarikan budaya dan kelestarian lingkungan juga harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat, sehingga Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya dan sumber mata air untuk keberlangsungan pada generasi mendatang.

"Kegiatan ini juga dapat bersama-sama dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan budaya dan juga untuk menjaga keseimbangan alam khususnya di Kabupaten Mojokerto. Jaga dan lestarikan tanaman yang tumbuh di sekitar kita. Mencegah kerusakan alam dan itu adalah sumber kehidupan manusia," pungkasnya.

Selain diawali dengan pencampuran air dari 18 sumber mata air yang berasal dari setiap kecamatan, Unduh – Unduh Patirtan tahun 2024 juga dilanjutkan dengan ritual budaya, pex run, edukasi hari air untuk seluruh siswa – siswi sekabupaten, penampilan kesenian, dan penanaman 1000 pohon. Anggaran dari kegiatan ini bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto Tahun 2024 dan juga kerjasama dengan Wihasta. adm